Kamis, 20 Oktober 2022

Diskusi 8 - Bahasa Indonesia Semester I Universitas Terbuka

Diskusikanlah cara-cara mengutip dari jurnal elektronik dan jurnal nonelektronik . Berikan 3 contoh dari masing-masing jurnal (elektronik dan nonelektronik).
Pembahasan :
Diskusikanlah cara-cara mengutip dari jurnal elektronik dan jurnal nonelektronik . Berikan 3 contoh dari masing-masing jurnal (elektronik dan nonelektronik).
Pembahasan :
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Berikut ini terdapat beberapa pedoman dalam kutipan terdiri atas:
1. Kutipan harus diletakkan di akhir kalimat, di dalam tanda baca ,contoh : Aspek sistem perpajakan tersebut sangat signifikan (Larsen, 1971). Atau dengan cara lain, nama keluarga penulis dapat digabungkan kedalam teks. Contoh: Larsen (1971) menyatakan bahwa aspek sistem perpajakan tersebut sangat signifikan.
2. Kutipan dapat ditulis dengan cara : (Cooper, 1999), atau (Cooper, 1999: 23) atau Cooper (1999) atau Cooper (1999: 23) tergantung bagaimana cara mengutip, apakah mencantumkan nomor halaman referensi atau tidak.
3. Jika terdapat dua atau lebih penulis, gunakan tanda penghubung (&) di dalam kurung. Contoh : (Dunphy & Stace, 1990) atau Dunphy & Stace (1990).
4. Jika terdapat tiga penulis atau lebih, penulisan pertama kali sebutkan semua penulis, kemudian untuk penulisan berikutnya cukup tulisan nama pertama diikuti dengan et al .  Contoh : Mc Taggart et al.
5. Jika sebuah publikasi tidak memiliki pengarang, gunakan nama organisasi sebagai pengarang.
6. Jika Anda mengutip pernyataan yang telah dikutip penulis lain, Anda perlu mentakan : (Carini, dikutip dalam Patton, 1990)
7. Dua atau lebih kutipan harus dituliskan sesuai urutan abjad dan dipisahkan, dengan tanda titik koma. Contoh : (Abrahamson, 1991; Daniels, 1990).
8. Jika kutipan lebih dari 40 kata, tuliskan kutipan menjorok ke dalam dengan spasi tunggal dan tidak memakai tanda kutip.
Kalau Sumbernya Jurnal
Penulisan jurnal sebagai Daftar Pustaka mengikuti urutan: nama belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel (ditulis di antara tanda petik), judul jurnal dengan huruf miring/ digarisbawahi dan ditulis penuh, nomor volume dengan angka Arabdan digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan “vol”, nomor penerbitan (jika ada) dengan angka Arab dan ditulis di antara tanda kurung, nomor halaman dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor halaman terakhir tanpa didahului singkatan “pp” atau “h”.
Contoh:
Barrett-Lennard, G.T. (1983) “The Empathy Cycle: Refinement of A Nuclear Concept”. Journal of Counseling Psychology. 28, (2), 91-100.
Kalau Sumbernya Buku
Kalau sumbernya tertulisnya berupa nuku maka urutan-urutan penulisannya adalah: nama belakang penulis, nama depan (dapat disingkat), tahun penerbitan, judul buku digarisbawahi, edisi, kota asal, penerbit. Daftar Pustaka berupa buku ditulis dengan memperhatikan keragaman berikut.
1) Jika buku ditulis oleh seorang saja:
Poole, M.E. (1976). Social Class and Language Utilization at the Tertiary Level. Brisbane: Unversity of Queensland.
2) Jika buku ditulis oleh dua atau tiga orang maka semua nama ditulis. Dunkin, M.J. dan Biddle, B.J. (1974). The Study of Teaching. New York: Holt Rinehart and Winston Lyon, B., Rowen, H.H. and Homerow, T.S. (1969). A History of the Western World. Chicago: Rand Mc Nally.
3) Jika buku ditulis oleh lebih dari tiga orang, digunakan et al. (dicetak miring atau
digarisbawahi):
Ghiseli, E. et al. (1981). Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco: W.H. Freeman and Co.
4) Jika penulis sebagai penyunting:
Philip, H.W.S. dan Simpson, G.L. (Eds) (1976). Australia in the World of Education Today and Tomorrow. Canberra: Australian National Commission.
5) Jika sumber itu merupakan karya tulis seseorang dalam suatu kumpulan tulisan
banyak orang:
Pujianto. (1984). “Etika Sosial dalam Sistem Nilkai Bangsa Indonesia”, dalam Dialog
Manusia, Falsafah, Budaya, dan Pembangunan. Malang: YP2LPM.
6) Jika buku itu berupa edisi:
Gabriel, J. (1970). Children Growing Up: Development of Children’ Personality
(third ed.). London: University of London Press.
Kalau sumbernya di luar Jurnal dan buku :
1) Berupa skripsi, tesis, atau disertasi
Soelaeman, M.I. (1985). Suatu Upaya Pendekatan Fenomenologis terhadap Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan Sekolah. Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
2) Berupa publikasi Departemen
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdikbud.
3) Berupa dokumen
Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1983). Laporan Penilaian Proyek pengembangan Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.
4) Berupa Makalah:
Kartadinata, S. (1989). “Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia: Kajian Psikologis”. Makalah apda Konvensi 7 IPBI, Denpasar.
5) Berupa surat kabar
Sanusi, A. (1986). “Menyimak Mutu Pendidikan denga Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belajar dalam Arti Kualitatif.” Pikiran Rakyat (8 September 1986).
Kalau sumbernya dari Internet
1) Bila karya perorangan
Cara penulisannya ialah:
Pengarang/penyunting. (Tahun). Judul (edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Thomson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ /www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.html[30 Maret 2000]
2) Bila bagian dari karya kolektif
Cara penulisannya:
Pengarang/penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media]. Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses[
Contoh:
Daniel, R.T. (1995). The History of Western Music In Britanica online: Macropedia [Online]. Tersedia: http://www.eb.com: 180/cgibin/g:DocF=macro/5004/45/0.html [28 Maret 2000]
3) Bila artikel dalam jurnal
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis Media], volume (terbitan), halaman. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision System in Indonesia: Some Recent Initiatives dalam Educational Policy Analysis Archives [Online], vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http://epaa.asu.edu /epaa/v7n7. html[17 Maret 2000]
4) Bila artikel dalam majalah
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume, jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Goodstein, C. (1991, September). Healers from the deep. American Health [CD-ROM], 60-64. tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/Article 08A [13 Juni 1995]
5) Bila ertikel di surat kabar
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar [Jenis media], jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. tersedia: http://www.[pikiran-rakyat.com.[9 Maret 2000]
6) Bila pesan dari E-mail
Cara penulisannya:
Pengirim (alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul pesan. Mail kepada penerima [alamat e-mail penerima]
Contoh:
Mustafa, Bachrudin (Mustafa@indo.net.id). (2000, 25 April). Bab Laporan penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id).
Contoh pengutipan rujukan dari internet.
1. Dari WWW
Walker, Janice R. “MLA-Style Citations of Electronic Sources.” Style Sheet. http./ /www.cas.usf.edu/English/walker/mla.html (10 Feb. 1996)
2. dari File Transfer Protocol (kutipan yang dipungggah [download] melalui FTP)
Johnson-Eilola, Jordan, “Little Machines: Rearticulating Hypertext Users.” ftp daedalus.com/pub/CCCC95/Johnson-eilola (10 feb. 1996)
3. Dari ratron (surat electron, e-mail)
Bruckman, Amy S. “MOOSE Crossing Proposal.” Mediamoo@media.mit.edu (20 Des. 1994)
4. Dari komunikasi lisan sinkronis (chatting), nama teman chatting menggantikan nama penulis, jenis komunikasi (misalnya, wawancara pribadi, alamat ratron (jika ada), tanggal komunikasi dalam tanda kurung.
Marsha s_Guest. Personal interview. Telnet daedalus.com7777 (10 Feb 1996)

 

Diskusi 6 - Bahasa Indonesia Semester I Universitas Terbuka

1. Carilah sebuah abstrak penelitian/artikel ilmiah, lalu ungkapkan kelebihan dan kelemahan abstrak pilihan Anda.
2. Kirim abstrak pilihan Anda setelah diberi tanda bagian yang baik dan bagian yang kurang/lemah.
pembahasan :
DAMPAK UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (UU ITE) TERHADAP PERUBAHAN HUKUM DAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
Suyanto Sidik
F.H. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Email: suyanto_sidik@yahoo.com
Kemajuan spektakuler dibidang teknologi informasi dan komunikasi berdampak sangat besar bagi perkembangan interaksi hukum dan interaksi sosial. Di samping memberikan kontribusi positif bagi pengguna, media teknologi informasi ini juga menimbulkan sisi negatif. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah Indonesia menerbitkan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). Undang-undang tersebut adalah undang-undang yang pertama yang mengatur tentang pelaksanaan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk membahas dampak undang-undang ITE dan implementasinya bagi pengguna di Indonesia. Metode yang digunakan adalah riset perpustakaan yang berhubungan dengan implementasi di lapangan. Dapat disimpulkan bahwa: (1) undang-undang no. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik memberikan payung hukum bagi masyarakat pengguna teknologi dan transaksi elektronik. (2) perlunya sosialisasi kepada masyarakat agar tercapai kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi.
Kelebihan :
Tata cara penulisan dan isi abstrak sudah baik karena penulis menjelaskan dasar hukum mengenai penerbitan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). serta menjelaskan latar belakang penelitian yang dibuat secara ringkas, tepat dan jelas. Dalam penulisan jurnal jenis huruf yang digunakan sama dan tersusun dengan baik.
Kelemahan :
Abstrak ini memiliki kelemahanya itu Abstrak tersebut juga memiliki space penulisan yang tidak teratur, tiap paragraph ada yang menjorok kedalam dan ada pula yang tidak menjorok kedalam serta sudut pandang untuk menarik citra virtual bagi pembaca dalam mencari dunia nyata.
 

Diskusi 5 - Bahasa Indonesia Semester I Universitas Terbuka

proses penulisan karya ilmiah, dan pentingnya memperhatikan notasi ilmiah
pembahasan :
Menurut Munawar Syamsudin dalam buku Dasar-dasar dan Metode Penulisan Ilmiah (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten.
Berikut langkah-langkah dalam menyusun karya ilmiah:
1. Menentukan topik atau tema Topik atau tema merupakan inti atau pokok pembahasan dalam karya ilmiah. Tema atau topik untuk tugas sekolah dan sejenisnya sering kali sudah ditentukan oleh pengajar. Peserta didik tinggal menyusun karya ilmiah berdasarkan tema yang ditawarkan. Lain halnya bila harus menentukan sendiri tema atau topik karya ilmiah. Sebisa mungkin, tema atau topik yang ingin diangkat harus sesuai dengan kemampuan si penyusun karya ilmiah. Baik dari segi objek penelitian, teori dan metodologi yang digunakan, sampai jenis karya ilmiah perlu dipertimbangkan dalam menentukan topik. Hal ini perlu diperhatikan agar penulisan karya ilmiah tidak berhenti di tengah jalan karena tidak sesuai dengan bidang studi atau fokus keilmuan penulis.
2. Mengumpulkan bahan Bahan yang dimaksud dapat berupa pustaka atau benda-benda yang berkaitan dengan penelitian. Untuk karya ilmiah yang menggunakan percobaan atau eksperimen dengan ilmu eksakta, butuh mengumpulkan bahan dan alat tertentu sesuai kebutuhan penelitian. Namun untuk karya ilmiah berbasis analisis dan teori, maka sumber pustaka dapat bewujud cetak maupun elektronik. Contohnya buku, jurnal, dokumen resmi, berita, atau sumber-sumber dari internet.
3. Menentukan hipotesis Hipotesis adalah anggapan, argumen, atau gambaran penulis soal hasil penelitian. Hipotesis ditulis di landasan teori pada bagian pendahuluan. Menyusun hipotesis dapat dilakukan dengan membaca penelitian sebelumnya. Kita juga dapat mengira-ngira sejauh mana teori yang kita gunakan dapat dipadukan dengan objek penelitian. Hipotesis tidak melulu benar dan cocok dengan hasil penelitian, tetapi harus logis dan objektif.
4. Menyusun rancangan penelitian Rancangan penelitian berkaitan dengan jadwal atau waktu yang kita butuhkan dalam menyusun karya ilmiah. Batasan waktu sangat berguna untuk penulisan karya ilmiah dengan metode random sampling dan metode wawancara, agar karya ilmiah tetap fokus dan tidak menyimpang dari tujuan awal. Rancangan penelitian dibuat berdasarkan kemampuan penulis mengumpulkan data dan menganalisisnya.
5. Melaksanan percobaan, turun ke lapangan, atau kajian data Tahap ini dilakukan berdasarkan bidang studi yang bersangkutan. Untuk penulisan karya ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan alam, maka perlu melakukan percobaan atau eksperimen. Untuk penulisan karya ilmiah dalam bidang ilmu sosial atau budaya beberapa perlu menemui narasumber atau melihat langsung kondisi sosial di lapangan. Selebihnya, karya ilmiah dapat disusun dengan mengkaji data atau fakta yang sudah tersedia menggunakan metodologi yang sudah dipilih.
6. Melakukan pengumpulan data Data yang didapat selama eksperimen, turun ke lapangan, atau kajian pustaka dkumpulkan. Penulis karya ilmiah memilah data mana saja yang perlu dimasukkan, disortir, atau menjadi fokus utama dalam karya ilmiah.
7. Merumuskan hasil penelitian Setelah semua tahap dilakukan, maka penyusun karya ilmiah dapat menuliskan kesimpulan. Kesimpulan tersebut berupa hasil penelitian. Penulis menjabarkan apakah hipotesis dan hasil penelitian sejalan, atau melenceng dari perkiraan. Bila melenceng, penulis wajib memperkirakan bagian mana saja yang menjadi kekurangan selama eksperimen atau pengumpulan data. Hasil penelitian tidak bisa didapat bila langkah-langkah sebelumnya tidak dilakukan atau terlewati.
sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/04/145354369/langkah-langkah-menulis-karya-ilmiah?page=all
pentingnya memperhatikan notasi ilmiah adalah
Apa yang dimaksud dengan karya ilmiah atau karya tulis? Karya ilmiah adalah sebuah tulisan ilmiah seorang peneliti atau beberapa dari hasil riset pada bidang keilmuan tertentu. Misalnya dalam bidang kedokteran, seorang peneliti meriset mengenai perkembangan penyakit tertentu pada suatu masa. Hasil riset tersebut ditulis dalam bentuk laporan ilmiah dan dipublikasikan. itulah yang disebut dengan karya tulis ilmiah. Dalam bidang sosial, misalnya seorang peneliti meriset mengenai nilai-nilai budaya tertentu. Hasilnya dituangkan dalam bentuk laporan tertulis. maka itu juga disebut sebagai karya tulis ilmiah.
Bagaimana karya ilmiah yang baik? Karya ilmiah yang baik harus mereferensi kepada penelitian yang lain yang sebelumnya telah dilakukan. Karya tulis ilmiah tidak boleh subjektif atau menggunakan perspektif peneliti. tentu saja harus objektif atau pendeketan fakta. Karya tulis ilmiah tidak boleh lepas konteks. Artinya harus memperhatikan penelitian-penelitian sebelumnya pada disiplin ilmu terkait.
Bagaiman proses publikasi ilmiah? Sebelum sebuah karya tulis ilmiah tentunya harus melalui review dari ahli yang mengerti pada disiplin ilmu tersebut. Karya ilmiah tersebut harus diseleksi apakah sudah memenuhi unsur-unsur penting bagi karya ilmiah. Jika telah memenuhi maka itu apat dipublikasikan. Unsur-unsur penting tersebut meliputi bagaimana format penulisan karya ilmiah, konten, ide orisinal, dan bagaimana kutipan terhadap karya tulis ilmiah yang lain.
Bagaimana peran karya ilmiah dalam pengembangan keilmuan? Karya tulis tulis ilmiah memegang peranan penting dalam pengembangan dan penyebaran keilmuan. Itulah sebabnya di setiap perguruan tinggi mewajibkan mahasiswanya untuk menulis karya ilmiah sebelum menyelesaikan studinya. Melalui karya tulis ilmiah, sebuah ilmu terus terbarukan. Setiap peneliti terus menerus memperbaharui hasil temuannya, baik oleh peneliti itu sendiri atau oleh peneliti yang lain. Melalui karya tulis ilmiah pula, temuan-temuan terbaru disebarkan melalui jurnal dan tulisan-tulisan.
sumber : https://www.globalstatistik.com/pentingnya-karya-ilmiah-dalam-pengembangan-ilmu/