Selasa, 03 Juni 2014

Reset Cartridge Error (E5) Canon Pixma MP145, MP160, MP180, MP190

Jalankan langkah-langkah berikut:
  1. Cabut kabel power dari jaringan listrik.
  2. Tekan tombol power On/Off.
  3. Masukan kabel power, tombol power tetap di tekan.
  4. Tekakan tombol reset 1x, lepaskan tombol power, tekan tombol reset sekali lagi sampai tulisan dilayar berubah menjadi “0”.
  5. Tekan tombol + untuk merubah “0” menjadi “1”.
  6. Masukkan kertas dan tekan tombol power / tombol start sampai printer melakukan print 1 halaman.
  7. Buka/angkat tutup printer (scanner).
  8. Cabut kabel power.
  9. Lepaskan cartridge 40 dan 41 dan tutup kembali printernya.
  10. Pasang kembali kabel power dan tekan tombol power.
  11. Buka tutup printer (scaner).
  12. Masukan kembali cartridge 40 dan 41.
Jika langkah-langkah diatas dilakukan dengan benar maka Anda tidak akan melihat pesan E5 lagi.
 
 

Kamis, 17 Januari 2013

Prosedur Kepemilikan dan Penggunaan Senjata Mainan (Air Soft Gun)

Dalam beberapa waktu ini di negeri kita sudah banyak menjamur komunitas AirSoftgun, yang menjadi pertanyaannya apakah para pecinta komunitas ini harus memilikii izin khusus tentang penggunakan senjata mainan yang dikenal dengan airsoftgun ini?
Banyak para pecinta game ini yang masih belum mengerti tentang itu, apakah harus memiliki izin atau tidak. Bagaimana dengan penjual, belum ada aturan yang mengikat tentang penjualan jenis mainan airsoft ini.
 WALAU berstatus 'senjata mainan', kepemilikan airsoftgun tak bisa sembarangan.
Memang, untuk senjata airsoftgun bisa dijual bebas dipasaran dan diketahui kepemilikannya pun tidak diuji seketat kepemilikan senjata api.  Meski tidak seketat perizinan senjata api dan bisa dijual bebas, namun dalam proses kepemilikan airsoftgun ada ketentuan yang berlaku dan tidak sembarangan mengunakannya.
Mari kita simak sama-sama prosedur berikut ini :
Prosedur Kepemilikan dan Penggunaan Senjata Mainan

Senin, 19 Maret 2012

Menjual Keperawanan

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.